Postingan

Apa Setelah Renegosiasi Gas Tangguh?

Gambar
Usaha pemerintah merenegosiasi harga gas Tangguh ke Fujian, Tiongkok, perlu di apresiasi. Keberhasilan menaikkan harga jual dari harga lama gas Tangguh bernilai US$ 3.3 per MMBTU menjadi US$ 8 per MMBTU ini kemudian diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan negara hingga Rp 251 Trilliun. Akan tetapi, perlu diingat bahwa keberhasilan dalam merenegosiasi gas Tangguh bukan berarti keberhasilan dalam memanfaatkan sumber daya gas secara keseluruhan. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar bangsa ini dapat mengoptimalkan sumber daya gas bagi kemajuan bangsa. Salah satunya ialah pemanfaatan gas untuk untuk meredam laju konsumsi minyak bumi yang semakin hari makin menguras keringat bangsa. Setelah berbagai macam solusi canggih telah dikeluarkan untuk mengurangi konsumsi minyak bumi di dalam negeri, tak seluruhnya efektif untuk meredam laju konsumsi minyak bumi. Bahkan pemanfaatan gas alam untuk sektor transportasi (salah satu sektor yang mengonsumsi minyak bumi da...

Hari Raya dan Ketimpangan

Usai hari raya Idul Fitri, ibu kota DKI Jakarta kembali menjadi sasaran ribuan pendatang baru yang mengharapkan kehidupan yang lebih baik. Megahnya pembangunan ibu kota dan harapan kehidupan yang lebih baik mendorong masyarakat desa untuk melakukan urbanisasi usai lebaran. Terlebih bila masyarakat desa yang melihat sanak saudara atau kerabatnya yang mencari nafkah di Kota sekarang terlihat lebih sukses dengan memiliki kelebihan finansial. Sayang mereka tidak tahu, bahwa kelebihan finansial masyarakat kota (yang dipandang sukses) saat hari raya Idul Fitri juga disebabkan oleh adanya tunjangan hari raya dan perbedaan harga di kota dan desa. Faktor pendorong laju urbanisasi pasca-lebaran ialah keterbatasan lapangan kerja di perdesaan dan pengharapan masyarakat desa akan lapangan pekerjaan di kota-kota besar seperti Jakarta demi mencapai kehidupan yang lebih baik. Akibatnya kota-kota besar menjadi semakin sesak dan banyak menimbulkan eksternalitas negatif seperti kemacetan, ker...

Menyoal Paradigma Ketahanan Energi

Gambar
Persoalan klasik beberapa tahun terakhir yang terus-menerus menguras keringat Bangsa hingga hari ini ialah meningkatnya laju konsumsi minyak bumi yang tidak diimbangi dengan meningkatnya ketahanan energi nasional. Peningkatan laju konsumsi energi (terutama minyak bumi) sebenarnya adalah hal yang lazim untuk sebuah bangsa yang mengalami kemajuan dibidang ekonomi. Laju konsumsi minyak bumi di Indonesia meningkat dengan sangat cepat. Hingga pada tahun 2013, konsumsi minyak bumi nasional sudah mencapai 1,6 juta barrel per harinya dan telah menyerap hingga 2% konsumsi minyak bumi dunia. Sumber gambar: http://www.americanprogress.org/cartoon/2010/01/19/13004/honk-if-you-want-energy-independence/ Tapi perlu diingat, peningkatan konsumsi minyak bumi tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi terjadi pula di negara-negara  emerging market yang mengalami kemajuan peforma ekonomi. Semakin maju performa ekonomi suatu negara, semakin besar pula konsumsi energinya, terutama terhad...

Memperbaiki Penyusunan Asumsi APBN

Gambar
Salah satu implikasi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas tuntutan judicial review terhadap UU No.17/2003 tentang Keuangan Negara dan UU No.27/2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD ialah Pemerintah sebagai lembaga eksekutif dituntut untuk lebih kredibel dalam penyusunan APBN karena perannya yang menguat pasca pemotongan kewenangan Badan Anggaran (Banggar). Penguatan peranan pemerintah sebenarnya dapat menjadi peluang positif, karena Pemerintah akan menjadi lebih fleksibel dalam memilih kebijakan dan program yang sesuai target yang selama ini lebih banyak ditetapkan melalui keputusan politik. Akan tetapi, kalau melihat sejarah penyusunan APBN dalam beberapa tahun terakhir, penguatan peranan Pemerintah dalam penyusunan APBN belum tentu menjadi angin segar bagi perekonomian nasional. Hal ini disebabkan karena proyeksi dalam penyusunan asumsi APBN yang sering kali jauh dari kondisi teraktual. Contoh paling dekat terjadi pada tahun lalu ketika peranan Banggar masih cukup besar da...

Mempercepat Sertifikasi Nasional

Gambar
Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi industri mainan anak per 30 April 2014 adalah salah satu langkah pemerintah yang harus di apresiasi menjelang diberlakukannya implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Langkah ini merupakan satu langkah maju dalam rangka memenangkan pertarungan pasar bebas ASEAN. Namun demikian, langkah tersebut sebenarnya cukup terlambat bila dibandingkan dengan Negara ASEAN lain, seperti misalnya Malaysia yang telah memulai standarisasi mainan anak dari tahun 2010 atau Singapura yang pada akhir tahun 2012 telah menguji lebih dari 600 produk anak untuk disertifikasi mulai dari retail besar hingga kecil sekalipun. Keterlambatan penerapan SNI bagi industri mainan anak dibanding negara-negara tetangga sebenarnya adalah salah satu dampak dari tidak banyaknya perhatian terhadap sertifikasi nasional, terutama dalam upaya peningkatan daya saing nasional. Faktanya, dengan perannya yang strategis, jumlah anggaran untuk Badan Sertifikasi Nasional ...

Membongkar Imajinasi Century

Gambar
Kasus Bank Century kembali mengemuka setelah dipanggilnya saksi kebijakan Bail out Bank Century, yakni Wakil Presiden Boediono (tahun 2008 menjabat sebagai Gubernur BI) dan Sri Mulyani Indrawati (tahun 2008 menjabat sebagai Menteri Keuangan sekaligus ketua KKSK) dalam sidang terdakwa mantan Deputi Gubernur BI, Budi Mulya. Tapi publik masih terus memiliki pertanyaan: pantaskah menyelamatkan bank Century ditengah krisis ekonomi global? Dan benarkah bank Century berdampak sistemik? Sumber gambar: yustisi.com Eratnya konektivitas antar Negara di era globalisasi menyebabkan satu kepakan sayap kupu-kupu di dunia utara dapat menimbulkan badai di dunia selatan (butterfly effect). Jatuhnya lembaga usaha Lehman Brothers di Amerika Serikat pada tahun 2008 memang menjadi pemicu krisis ekonomi global. Tapi apakah krisis ekonomi global memiliki dampak yang besar bagi Indonesia sehingga mengharuskan pengambil kebijakan (decision maker) saat itu mengeluarkan kebijakan bail out kepada bank Cen...

Kebijakan dan Strategi Industri Nasional

Gambar
Salah satu kabar baik dari triwulan pertama tahun 2014 ialah tumbuhnya industri manufaktur. Produksi industri besar dan sedang mengalami kenaikan sebesar 3.76% dibanding triwulan pertama 2013 year on year (yoy) begitu pula dengan industri mikro dan kecil yang tumbuh sebesar 4,41% (yoy). Ditengah arena persaingan ekonomi yang semakin ketat baik di pasar domestik maupun internasional, kenaikan produksi industri manufaktur yang terjadi sejak tahun 2008 memberikan harapan positif untuk terus dapat bersaing dengan Negara-negara lain. Sayangnya, capaian produksi industri manufaktur musti dibayar dengan ketergantungan bahan baku impor yang cukup tinggi. Penurunan impor bahan baku dan barang modal selama bulan Januari hingga Maret 2014 sebesar 5,8% dan 6,5% ternyata memiliki dampak terhadap industri-industri yang menyerap tenaga kerja lebih banyak. Seperti contohnya subsektor industri makanan dan minuman dan subsektor industri tekstil yang menyerap tenaga paling banyak pada sektor ind...

Akselerasi Sertifikasi Nasional

Sejak 1 Mei 2014 kemarin, Pemerintah melalui Kementrian Perindustrian memberlakukan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 55/M-IND/PER/11/2013 mengenai perubahan Peraturan Menteri Perindustrian No.24/M-IND/PER/4/2013 tentang Standar Nasional Indonesia (SNI) Mainan Secara Wajib. Imbasnya, seluruh produk mainan produksi domestik yang tidak memenuhi sertifikasi SNI akan dilarang beredar di pasar dan bagi yang sudah terlanjur beredar maka akan ditarik dari peredarannya. Begitu pula dengan produk mainan impor yang tidak memenuhi sertifikasi SNI maka akan dilarang masuk ke wilayah pabean Indonesia dan bagi yang sudah terlanjur masuk maka wajib dikirim ulang ke Negara asalnya atau dimusnahkan. Kebijakan mewajibkan produk mainan memenuhi sertifikasi SNI adalah salah satu langkah maju bagi sektor industri nasional. Karena dengan adanya sertifikasi produk,maka produk domestik dapat terpacu dan memiliki keunggulan kompetitif ditengah persaingan produk pasar internasional.  Sebagai cont...

Masih Banyak Peluang Rupiah Menguat

Gambar
Menguatnya kurs nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada awal bulan Maret 2014 tentunya menjadi berita bahagia bagi beberapa sektor swasta dan pemerintah. Menyadur dari pernyataan Wakil Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, penguatan nilai tukar rupiah didorong oleh tiga faktor, yakni perbaikan perekonomian Negara maju (khususnya AS), fundamental dalam negeri yang semakin stabil, dan keluarnya Indonesia secara perlahan dari Negara  fragile five  (9/4). Tahun lalu, ekonomi Indonesia masuk kategori  fragile five  bersama Brazil, India, Afrika Selatan, dan Turki. Istilah  fragile five  mengacu pada lima Negara yang paling bergantung pada investasi asing sehingga rentan ambruk akibat gejolak ekonomi global. Sekarang, membaiknya nilai tukar rupiah tetap tidak boleh membuat Bank Indonesia dan Pemerintah berleha-leha. Perlu diingat bahwa neraca pembayaran masih mengalami defisit. Walaupun telah terjadi kenaikan ekspor se...

Tan Malaka, Ancaman Kerentanan Industri dan Teknologi

Gambar
“Ingatlah! Bahwa dari dalam kubur, suara saya akan lebih keras daripada dari atas bumi” -Tan Malaka Walaupun akhir-akhir ini diskusi Tan Malaka dibubarkan dibeberapa kota dan dijaman orde baru bukunya dilarang untuk diterbitkan, tapi pemikiran beliau tak pernah lekang oleh jaman. Gaung pemikirannya masih terus menggema hingga hari ini dan esok hari. Satu hal yang mungkin dapat menjelaskan mengapa pemikiran Tan Malaka masih bisa ‘hidup’ hingga hari ini ialah relevansinya terhadap segala macam persoalan dan kondisi bangsa sekarang. Sumber gambarL http://sunardian.blogspot.com/2014/02/tan-malaka-pejuang-kemerdekaan-yang.html Ibrahim Datuk Tan Malaka memang bukan seorang  scientist  ataupun professor laksana Habibie yang mampu menciptakan pesawat terbang ataupun Prof.Sedyatmo yang mendesain konstruksi ceker ayam. Beliau hanyalah seseorang yang habiskan masa hidupnya untuk kemerdekaan Indonesia dan ‘dihabiskan’ pula waktu hidupnya oleh tentara RI. Beliau adalah seora...