Postingan

Tantangan Investasi Asing di Era Jokowi

Gambar
Bagi kebanyakan orang, magnet kharisma Presiden Jokowi terletak pada gaya bicaranya yang sederhana namun tetap lugas dan mampu dipahami oleh berbagai kalangan. Bahkan ‘sihir’ Presiden Jokowi tersebut dinilai telah berhasil meningkatkan gairah para peserta dan pebisnis yang hadir pada pertemuan APEC beberapa waktu yang lalu, untuk berinvestasi di Indonesia. Buktinya, berdasarkan survey PricewaterhouseCoopers, 57% dari 635 CEO meyakini bahwa investasi di Indonesia akan menguat dalam satu tahun ke depan. Investasi memang memiliki pengaruh yang besar pada perekonomian suatu bangsa, sehingga sangat wajar bila terjadi persaingan antar negara dalam menarik investor. Indonesia punya faktor keberuntungan, selain merupakan negara yang menarik karena keragaman sumber daya dan besarnya pasar domestik, Pemerintahan yang terdahulu setidaknya telah cukup berhasil untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas ekonomi dan politik di tengah ketidakstabilan yang melanda beberapa nega...

Bekerja Sama Dorong Industrialisasi Perikanan

Gambar
Ibarat tikus mati dilumbung padi adalah kata-kata pertama yang dikeluarkan oleh Menteri Perikanan dan Kelautan terpilih, Susi Pudjiastuti, untuk menggambarkan bagaimana kelautan nusantara. Sekiranya kata-kata tersebut cukup tepat, terlebih melihat beragamnya kekayaan laut nusantara yang memiliki 75% spesies batu karang dunia, 30% spesies ikan dunia, 20% dari total hutan mangrove dunia, tidak termanfaatkan dengan optimal bagi khalayak ramai. Buktinya, sektor perikanan hanya mampu menyumbangkan 3% dari PDB nasional (2013). Memang Indonesia masih menjadi negara eksportir komoditas perikanan terbesar ke-12 dunia. Akan tetapi, nilai ekspor komoditas perikanan Indonesia sebenarnya masih terhitung kecil. Terlebih bila dibandingkan dengan Thailand dan Vietnam. Sebagai contoh, pada tahun 2012, Indonesia mampu memproduksi 9 juta ton ekuivalen ikan, sedangkan Thailand dan Vietnam hanya mampu memproduksi berturut-turut 3 juta dan 6 juta ton ekuivalen. Akan tetapi, pada tahun yang sama, nilai ...

Memperbaharui Iklim Ketenagakerjaan

Gambar
Prediksi optimis biasanya selalu memberikan angin segar yang baik bagi perekonomian. Dari perkembangan beberapa tahun terakhir, Mckinsey Global Institute memprediksikan bahwa pada tahun 2030, perekonomian Indonesia akan menikmati bonus demografi yang kemudian mendorong Indonesia memiliki 113 juta pekerja berketerampilan tinggi dan menjadi perekonomian terbesar ketujuh di dunia.  Namun saat ini awan gelap masih menyelimuti perekonomian nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, iklim ketenagakerjaan nasional dihantui oleh persoalan rendahnya pendidikan dan keterampilan tenaga kerja. Sampai bulan februari 2014, 68 persen tenaga kerja nasional masih didominasi oleh tamatan SMP ke bawah. Rendahnya pendidikan dan keterampilan tenaga kerja nasional berdampak pada rendahnya produktivitas tenaga kerja Indonesia. Laporan Asian Productivity Organization (APO) pada tahun 2013 dengan tegas menunjukkan bahwa, dengan asumsi Rp 11.000,-/US Dollar, produktivitas tenaga kerja Indonesia (sebe...

Momentum Energi Baru dan Terbarukan

Gambar
Kebijakan pemerintah untuk mengendalikan BBM bersubsidi mungkin cukup baik dari segi fiskal, baik untuk menjaga kuota BBM bersubsidi maupun untuk menghindari membengkaknya defisit anggaran. Akan tetapi sebenarnya, pilihan kebijakan untuk mengendalikan BBM bersubsidi berdasarkan lokasi dan waktu ini dampaknya bersifat jangka pendek dan belum mampu menjawab banyak persoalan dalam kerangka ketahanan energi nasional. Ketahanan energi nasional disini perlu di artikan bukan hanya sebagai kemampuan untuk memenuhi konsumsi energi nasional, tetapi kemampuan nasional untuk merespon dinamika perubahan global dan kemampuan untuk menjadi ketersediaan energi dengan harga yang wajar. Ketahanan energi nasional ini mutlak diperlukan oleh bangsa Indonesia karena adanya keterbatasan sumber daya energi konvensional fosil dan kerentanan aktivitas ekonomi nasional akibat terjadinya gejolak perubahan energi global. Sebetulnya, pemerintah telah memiliki Perpres No.5/2006 tentang Kebijakan Energi Nasi...

Apa Setelah Renegosiasi Gas Tangguh?

Gambar
Usaha pemerintah merenegosiasi harga gas Tangguh ke Fujian, Tiongkok, perlu di apresiasi. Keberhasilan menaikkan harga jual dari harga lama gas Tangguh bernilai US$ 3.3 per MMBTU menjadi US$ 8 per MMBTU ini kemudian diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan negara hingga Rp 251 Trilliun. Akan tetapi, perlu diingat bahwa keberhasilan dalam merenegosiasi gas Tangguh bukan berarti keberhasilan dalam memanfaatkan sumber daya gas secara keseluruhan. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar bangsa ini dapat mengoptimalkan sumber daya gas bagi kemajuan bangsa. Salah satunya ialah pemanfaatan gas untuk untuk meredam laju konsumsi minyak bumi yang semakin hari makin menguras keringat bangsa. Setelah berbagai macam solusi canggih telah dikeluarkan untuk mengurangi konsumsi minyak bumi di dalam negeri, tak seluruhnya efektif untuk meredam laju konsumsi minyak bumi. Bahkan pemanfaatan gas alam untuk sektor transportasi (salah satu sektor yang mengonsumsi minyak bumi da...

Hari Raya dan Ketimpangan

Usai hari raya Idul Fitri, ibu kota DKI Jakarta kembali menjadi sasaran ribuan pendatang baru yang mengharapkan kehidupan yang lebih baik. Megahnya pembangunan ibu kota dan harapan kehidupan yang lebih baik mendorong masyarakat desa untuk melakukan urbanisasi usai lebaran. Terlebih bila masyarakat desa yang melihat sanak saudara atau kerabatnya yang mencari nafkah di Kota sekarang terlihat lebih sukses dengan memiliki kelebihan finansial. Sayang mereka tidak tahu, bahwa kelebihan finansial masyarakat kota (yang dipandang sukses) saat hari raya Idul Fitri juga disebabkan oleh adanya tunjangan hari raya dan perbedaan harga di kota dan desa. Faktor pendorong laju urbanisasi pasca-lebaran ialah keterbatasan lapangan kerja di perdesaan dan pengharapan masyarakat desa akan lapangan pekerjaan di kota-kota besar seperti Jakarta demi mencapai kehidupan yang lebih baik. Akibatnya kota-kota besar menjadi semakin sesak dan banyak menimbulkan eksternalitas negatif seperti kemacetan, ker...

Menyoal Paradigma Ketahanan Energi

Gambar
Persoalan klasik beberapa tahun terakhir yang terus-menerus menguras keringat Bangsa hingga hari ini ialah meningkatnya laju konsumsi minyak bumi yang tidak diimbangi dengan meningkatnya ketahanan energi nasional. Peningkatan laju konsumsi energi (terutama minyak bumi) sebenarnya adalah hal yang lazim untuk sebuah bangsa yang mengalami kemajuan dibidang ekonomi. Laju konsumsi minyak bumi di Indonesia meningkat dengan sangat cepat. Hingga pada tahun 2013, konsumsi minyak bumi nasional sudah mencapai 1,6 juta barrel per harinya dan telah menyerap hingga 2% konsumsi minyak bumi dunia. Sumber gambar: http://www.americanprogress.org/cartoon/2010/01/19/13004/honk-if-you-want-energy-independence/ Tapi perlu diingat, peningkatan konsumsi minyak bumi tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi terjadi pula di negara-negara  emerging market yang mengalami kemajuan peforma ekonomi. Semakin maju performa ekonomi suatu negara, semakin besar pula konsumsi energinya, terutama terhad...

Memperbaiki Penyusunan Asumsi APBN

Gambar
Salah satu implikasi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas tuntutan judicial review terhadap UU No.17/2003 tentang Keuangan Negara dan UU No.27/2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD ialah Pemerintah sebagai lembaga eksekutif dituntut untuk lebih kredibel dalam penyusunan APBN karena perannya yang menguat pasca pemotongan kewenangan Badan Anggaran (Banggar). Penguatan peranan pemerintah sebenarnya dapat menjadi peluang positif, karena Pemerintah akan menjadi lebih fleksibel dalam memilih kebijakan dan program yang sesuai target yang selama ini lebih banyak ditetapkan melalui keputusan politik. Akan tetapi, kalau melihat sejarah penyusunan APBN dalam beberapa tahun terakhir, penguatan peranan Pemerintah dalam penyusunan APBN belum tentu menjadi angin segar bagi perekonomian nasional. Hal ini disebabkan karena proyeksi dalam penyusunan asumsi APBN yang sering kali jauh dari kondisi teraktual. Contoh paling dekat terjadi pada tahun lalu ketika peranan Banggar masih cukup besar da...

Mempercepat Sertifikasi Nasional

Gambar
Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi industri mainan anak per 30 April 2014 adalah salah satu langkah pemerintah yang harus di apresiasi menjelang diberlakukannya implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Langkah ini merupakan satu langkah maju dalam rangka memenangkan pertarungan pasar bebas ASEAN. Namun demikian, langkah tersebut sebenarnya cukup terlambat bila dibandingkan dengan Negara ASEAN lain, seperti misalnya Malaysia yang telah memulai standarisasi mainan anak dari tahun 2010 atau Singapura yang pada akhir tahun 2012 telah menguji lebih dari 600 produk anak untuk disertifikasi mulai dari retail besar hingga kecil sekalipun. Keterlambatan penerapan SNI bagi industri mainan anak dibanding negara-negara tetangga sebenarnya adalah salah satu dampak dari tidak banyaknya perhatian terhadap sertifikasi nasional, terutama dalam upaya peningkatan daya saing nasional. Faktanya, dengan perannya yang strategis, jumlah anggaran untuk Badan Sertifikasi Nasional ...

Membongkar Imajinasi Century

Gambar
Kasus Bank Century kembali mengemuka setelah dipanggilnya saksi kebijakan Bail out Bank Century, yakni Wakil Presiden Boediono (tahun 2008 menjabat sebagai Gubernur BI) dan Sri Mulyani Indrawati (tahun 2008 menjabat sebagai Menteri Keuangan sekaligus ketua KKSK) dalam sidang terdakwa mantan Deputi Gubernur BI, Budi Mulya. Tapi publik masih terus memiliki pertanyaan: pantaskah menyelamatkan bank Century ditengah krisis ekonomi global? Dan benarkah bank Century berdampak sistemik? Sumber gambar: yustisi.com Eratnya konektivitas antar Negara di era globalisasi menyebabkan satu kepakan sayap kupu-kupu di dunia utara dapat menimbulkan badai di dunia selatan (butterfly effect). Jatuhnya lembaga usaha Lehman Brothers di Amerika Serikat pada tahun 2008 memang menjadi pemicu krisis ekonomi global. Tapi apakah krisis ekonomi global memiliki dampak yang besar bagi Indonesia sehingga mengharuskan pengambil kebijakan (decision maker) saat itu mengeluarkan kebijakan bail out kepada bank Cen...